Steatment ini saya ujarkan berdasarkan apa yang telah saya rasakan.
Dengan ini saya bermaksud untuk membagi sedikit cerita yang mungkin bisa membantu kalian untuk lebih berani tampil dengan apa adanya kalian. Be your self, and Love your self.
Tau kah kamu?
Tanpa sadar kita membuat orang lain menjadi author dalam kehidupan kita.
Dimana kita berusaha tampil sebagaimana mereka mau, sebagaimana yang mereka harapkan.
Mereka mencoba untuk menilai kehidupan kita dan mulai ikut campur atas apa yang seharusnya kita tentukan.
Kalian mungkin berfikir bahwa "aku bukan salah satunya".
Tapi apa kalian sadar, berapa banyak ucapan orang lain yang telah membentuk karakter kalian saat ini?
Berapa banyak komentar yang kalian dengar?, berapa banyak yang kalian ubah?, dan berapa banyak kata yang menyakiti hati kalian?.
Satu? atau mungkin dua? atau bahkan tidak terhitung?.
Awalnya kita akan merasa bahwa itu adalah sebuah masukan atau saran yang membangun. Namun, tanpa disadari kita justru mengambil semua yang kita dengar dan mulai menerapkannya pada diri kita. Sebagaimana orang berkata bahwa:
"Kamu gemuk banget sih?"
"Ko kamu kurus banget sih?"
"Baju itu ga cocok buat kamu?"
"Ko ngomongnya medok banget sih!"
"Ngapain sih suka sama dia?"
"Sok Inggris!"
"Ngapain belajar, udah main ajah"
dan ucapan ucapan lainnya.
Mungkin maksud dari ucapan itu adalah sebagai saran untuk kita memperbaiki diri. Namun apa perlu kita mengubah hidup kita seperti apa yang mereka bilang?
Mencoba untuk tidak makan karena di bilang gemuk, mencoba berbagai cream agar terlihat putih, menggunakan pakaian yang menurut orang lain pantas namun kita bahkan tidak merasa nyaman menggunakannya.
Apa itu yang namanya hidup?
Bukankah ini kehidupan kita? lalu kenapa kita harus mengikuti apa yang mereka mau?
Kenapa kita tidak menjadi diri kita dan menjadi penulis untuk kehidupan kita sendiri?
Sesulit itu kah?
Ya. Saya akui itu sulit.
Tidak sedikit orang yang hancur dan gagal hanya karena ucapan seseorang. Hanya karena satu hal yang menurut orang lain buruk dan tidak pantas membuat hati kita sakit, dan mulai membenci diri kita sendiri.
Tidak percaya diri, menutup diri, dan bahkan mencoba untuk merubah diri sebagaimana yang orang lain mau agar kita dicintai dan diterima oleh orang lain.
Lelah?
Pasti, bukan main.
Hati, fikiran, dan jiwa rasanya ingin memberontak namun apa yang bisa kita lakukan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang selalu menghakimi kita.
Lalu bagaimana kita harus menanggapinya?
Mari kita dengarkan bagaimana orang berbicara dan menilai tentang kehidupan kita, kemudian mari kita ambil hal hal yang menjadi masukan positif dimana kita bisa memperbaiki diri dan tetap menjadi diri kita, tanpa membebani dan merubah apa yang ada pada diri kita. Abaikan semua ucapan yang hanya menyakiti perasaan mu, hal itu akan membuat kita bisa lebih percaya diri dan mencintai diri kita sendiri.
Meskipun orang lain berbicara banyak hal, ingat ini adalah kehidupan kita. Oleh karena itu jangan biarkan orang lain menjadi author dalam cerita kehidupan kita.
Hal itu tidaklah mudah, tapi ingat tidak ada satupun manusia yang berhak untuk menghakimi dan mengatur jalan hidup kita.
Be your self, and love your self.
Let's be author in our own life story.
Even if it's hard i believe we can do it.